Selamat datang di blog DIAN RAHAYU PUTRA

Go to Blogger.This is Bloggerized by Dianrahayuputra - http://myblogdianrputra.blogspot.co.id

NGE-BLOG BRO

blog penuh dengan informasi hal terbaru tentang segala hal yang anda butuhkan mengenai berbagai aspek kegiatan.This is Bloggerized by Dianrahayuputra - http://myblogdianrputra.blogspot.co.id.

ini jurusanku AGROTEKNOLOGY UNIVERSITY OF SUBANG

jurusan kuliahku ialah fakultas pertanian membangun ketahanan pangan untuk indonesia, agar pada sektor ini dapat lebih maju dan berkontribusi untuk indonesia.This is Bloggerized by Dianrahaayuputra - http://myblogdianrputra.blogspot.co.id.

MY FAVORITE

ini hobby admin nonton anime yang membuat lupa segalanya ketika menonton dan mendengarkan ceritanya yang penur ketegangan dan keceriaan.This is Bloggerized by Dianrahayuputra - http://myblogdianrputra.blogspot.co.id.

COME BACK AGAIN TO DIAN BLOG

terimakasih telah melihat dan membuka laman ini, dan jangan pernah bosan untuk datang lagi.This is Bloggerized by Dianrahayuputra - http://myblogdianrputra.blogspot.co.id.

Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Januari 2016

Sistem "Online", Revolusi Penghematan Uang dan Sayang Lingkungan

Sistem "Online", Revolusi Penghematan Uang dan Sayang Lingkungan 

Kompas/Ferganata Indra RiatmokoMurid mengerjakan soal ujian nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan komputer jinjing di SMK Negeri 2 Salatiga, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Senin (13/4). Mulai tahun ini, sebagian sekolah mulai menggunakan sistem ujian berbasis komputer dalam penyelenggaraan ujian nasional.
KOMPAS.com - Bayangkan, setiap tahun ada 7 juta siswa mengikuti ujian nasional (UN), yang masing-masing memakai minimal sepuluh lembar kertas. Jika satu pohon pinus menghasilkan 16 rim kertas, berarti ada sekitar 8.750 pohon pinus ditebang per tahun hanya untuk UN.
Nah, kebutuhan kertas berbahan baku pohon sebanyak itu akan menyusut drastis, jika proses semacam UN beralih menjadi online. Penerapan sistem online juga otomatis mendukung gerakan ramah lingkungan atau go green.
Bahan baku utama kertas berasal dari pohon atau kayu. Namun, pohon baru dapat diolah menjadi kertas setelah berumur 5 sampai 10 tahun. Selain itu, seperti dikutip dari situs web Kementerian Keuangan, membuat satu ton kertas butuh 7.000 galon air dan 20 pohon. 
Dengan begitu, pelaksanaan UN yang tak lagi berbasis kertas pada setiap tahun dapat ikut melestarikan ekosistem dengan signifikan mengurangi penebangan pohon. Itu baru dari ujian sekolah, tapi sudah serasa gerakan revolusi‎ dalam upaya menjaga lingkungan hidup.
Tak cuma UN
Di Indonesia pemanfaatan sistem online di dunia pendidikan sudah berkembang dalam dekade terakhir. Pada 2009, misalnya, ujian masuk perguruan tinggi negeri (PTN) telah mengadopsinya. UN untuk pendidikan menengah, menyusul mulai memakai sistem ini pada 2015.
Selain turut melestarikan lingkungan, UN berbasis online juga akan berdampak pada penghematan anggaran pendidikan. Sebagai awal, pada 2015 ada 170.000 siswa dari 700 sekolah setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) tak lagi memakai kertas untuk lembar soal dan jawaban UN. 

Hitung saja penghematannya. Karena sebelumnya, per siswa peserta UN butuh dana Rp 80.000 untuk biaya cetak, kertas, serta distribusi lembar soal dan jawaban.
Berdasarkan percobaan UN online pada 2015, Pemerintah menyebut sudah menghemat anggaran Rp 13,6 miliar. Karena itu, seperti dikutip Kompas.com pada Oktober 2015 lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan UN online atau computer based test (CBT) ke depannya akan diterapkan di sekolah lain yang belum menerapkannya.
"Saya berharap para siswa dapat semakin terbiasa menggunakan komputer dan internet dalam konteks pendidikan. Penerapan ulangan sistem online pun dinilai lebih variatif dari segi penyajian soal," papar Anies.
Doc. Telkom IndonesiaDirektur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin (kedua kanan) dan Ketua Umum Panitia Nasional SNMPTN dan SBMPTN 2016 Rochmat Wahab (kedua kiri) menandatangani kerjasama pendaftaran online kegiatan SNMPTN dan SBMPTN 2016 disaksikan Menristekdikti M Nasir (kiri) dan Ketua Majelis Rektor Herry Suhardiyanto (kanan)
Kemudahan akses
Sementara itu, kemudahan akses dan pencarian informasi, menjadi tambahan manfaat sistem online, merujuk pada penerapannya di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Negeri Tinggi Negeri (SNMPTN). Setiap sekolah dan siswa dapat pula langsung memasukkan data pendaftaran ke situs web SNMPTN.ac.id. 
Untuk 2016, merujuk situs web tersebut, pendaftaran online SNMPTN dibuka mulai 18 Januari 2016 hingga 20 Februari 2016. Pejabat humas Pokja SNMPTN 2016, Bambang Hermanto mengatakan, 6.000 sekolah sudah mengisi pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) di situs web SMPTN tersebut. Total sekolah yang seharusnya mengisi data adalah 21.970 sekolah, berdasarkan data PDDS yang dikembangkan sejak 2013.
"Saya harap para sekolah dan siswa dapat menyelesaikan tahap pengisian data dan verifikasinya hingga 20 Februari 2016. Dengan begitu, para siswa yang dinyatakan bisa mengikuti proses berikutnya dapat memilih PTN dan program studi pada 29 Februari sampai 12 Maret 2016," papar Bambang saat dihubungi melalui telepon.
Untuk itu, dari semua upaya "otomatisasi" dunia pendidikan, dukungan teknologi lebih lanjut juga diperlukan. Misalnya, sistem pendaftaran online SNMPTN butuh layanan call center dan konsultasi terkait teknologi informasi komunikasi.
Ketua Umum Panitia Nasional SNMPTN dan Panitia Pusat SNMPTN 2016 Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendisikan Tinggi, Rochmat Wahab, mengatakan upaya peningkatan kualitas seleksi itu mendapatkan dukungan dari PT Telkom, terutama untuk layanan komunikasi data dan internet. Adapun Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom, Muhammad Awaluddin, berharap dukungan berupa kerja sama tersebut dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia. 
Untuk mendukung SNMPTN dan juga Seleksi Bersama Masuk Perguruan Negeri Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun ini, Telkom menyiapkan layanan jasa collocation (internet data center) dan infrastruktur pengamanan menggunakan firewall, call center, serta penyediaan jasa konsultasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Rabu, 13 Januari 2016

tecnology terbarukan di bidang pertanian

Liputan6.com, Jakarta - Pada Tanggal 9 Januari 2015, Taiwan Technical Mission (TTM) di Indonesia dengan Badan Besar Pelatihan Pertanian Lembang (BBPP) menandatangani kontrak kerja sama proyek bertajuk "Strengthening Incubator Agribusiness with Human Resources Development and Optimization of Horticultural Production for Farmers in Bandung".

Proyek ini merupakan Misi Teknik Taiwan dari Taiwan International Cooperation and Development Fund (ICDF) yang ditetapkan di Indonesia dalam jangka waktu panjang untuk membantu pembangunan pertanian dan ekonomi lokal.

Acara penandatanganan kontrak kerjasama ini dihadiri oleh Badan Besar Pelatihan Pertanian (BBPP), Taipei Economic and Trade Office (TETO), Biro Kerjasama Luar Negeri Departemen Pertanian, Otoritas pertanian lokal dan para petani.

Kepala Pusat Kerjasama Luar Negeri Mesah Tarigan berharap proyek ini bisa menjadi titik awal yang baik untuk kerjasama bilateral antara Taiwan dan Indonesia, melalui teknik pertanian Taiwan yang lebih unggul dapat membantu pemerintah Indonesia untuk membangun model pengembangan Agribisnis.

"Melalui bantuan Taipei Economic and Trade Office (TETO) mulai Januari 2015, memperluas ruang lingkup kerjasama teknologi pertanian dengan membawa pengalamanan kesuksesan pengembangan dan pembinaan Agribisnis ke Badan Besar Pelatihan Pertanian (BBPP)," demikian ujar keterangan tertulis Taipei Economic and Trade Office (TETO) yang diterima Liputan6.com, 9 Januari 2014.

Dijelaskan bahwa TTM dan BBPP memperkuat kapasitas kelembagaan dan kemampuan pembinaan, meningkatkan kualitas pembinaan yang ada, membantu melatih tenaga pengajar atau guru, memperbaiki kesehatan bibit, mendirikan greenhouse dan Practic Packing House.

"Pusat pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan pada petani untuk mempraktikkan secara langsung serta diikuti evaluasi mekanisme jangka panjang sehingga dapat meningkatkan pemahaman terhadap petani serta meningkatkan efektivitas hasil pelatihan."

Selaih itu, proyek kerjasama ini diharapkan dapat menjadikan BBPP sebagai pusat sarana utama bagi para petani untuk belajar teknologi pertanian maju dari Taiwan, tempat berbagi pengalaman, dan memberi kesempatan pada petani Indonesia lebih mengenal keunggulan pertanian Taiwan.

Pada jangka 4 (empat) tahun ini, Taiwan Technical Mission menjalin kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mendirikan "Agribusiness Development Centre" dengan produk binaan utama jambu kristal Taiwan, sayuran organik, sayuran oriental bernilai tinggi, serta memasarkan produk hasil ke Supermarket besar di Jabodetabek yang berhasil membuat brand 'Taiwan ICDF-IPB'

"Kerjasma Ini mendapat respon luar biasa bagus di berbagai acara dan pameran. Agribusiness Development Centre telah menjadi jendela informasi kerjasama antara Taiwan dan Indonesia, serta mendapatkan banyak pujian dari para pejabat dan masyarakat Indonesia," tandas TETO. (Riz)

Kamis, 05 November 2015


bersama menteri pertanian RI dalam panen raya di desa tambak dahan kabupaten subang.



luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com